Summary
In English
In Balinese
Dugas
In Indonesian
Dikisahkan, ibunya sedang sibuk buat sesaji jelang upacara keagamaan di ppura keluarga. Ibunya pun minta tolong ke anaknya untuk beli bebek di pasar. Ibunya berikan uang Rp 100 ribu dan sampaikan pesan kepada putranya. “De, belikan ibu bebek gemuk dan berat agar banyak dapat daging bahan sate!” Si Dungu bergegas pergi ke pasar belikan ibunya bebek untuk bahan sate. Setiba di pasar, ia kebingungan mencari tempat dagang bebek. Banyak dagang ia jumpai di pasar. Ada dagang bahan bumbu, dagang canang, dagang jajan, palen-palen, pisau, hingga dagang daging. Dagang bebek dan ayam berkelompok di sudut barat laut. Ia bergegas menuju dagang itik. “Jero, tolong pilihkan saya itik yang berat dan gemuk!” Penjual kemudian menangkap dan memberikan bebek gemuk. Si Dungu mengangsurkan uang Rp 100 ribu. Harga seekor itik Rp 75 ribu. Dapat uang kembalian Rp 25 ribu. Si Dungu bergegas pulang dengan membawa seekor itik. Tiba di sungai, ia berhenti hendak mandi. Matahari terasa menyengat, keringat bercucuran karena gerah. Dia berendam di sungai. Pinggangnya terasa adem terendam di sungai. Pagi tadi sebelum ke pasar ia belum mandi. Usai mandi, si Dungu hendak memandikan itiknya agar bulunya bersih tanpa kotoran. Tali pengikat tali pada kaki itik dilepas. Itik itu dilepas di sungai, mengambang dan berenang. Si Dungu dongkol merasa kena tipu pedagang itik. “Anjir….. aku kena tipu. Aku minta itik berat, tapi diberi itik ringan.” Si Bodoh amat marah. Itik itu ditinggal dan dilepaskan ke sungai. Ia berjalan pulang dengan menggerutu. Ranting pohon yang teronggok di jalan ditendang. Kakinya terluka dan berdarah, jalannya pincang. Ibunya kaget melihat anaknya berjalan pincang tanpa bawa itik. Dia menduga anaknya kena jambret di jalan karena kakinya terluka dan berdarah. “Kenapa kamu De, kakim terluka, kamu kena begal di jalan?” “Tidak bu. Aku marah. Ranting pohon yang teronggok di jalan aku tendang!” “Ngapain kamu nendang ranting pohon di jalan. Kuatkah kakimu?” “Aku marah, ditipu pedagang itik. Aku minta itik yang berat tapi diberi itik kurus. Ketika aku lepas di sungai, bebek itu mengambang!” Ibunya pun marah. Risiko jadi anak bodoh, tidak mengerti pesan orangtua. Ibunya tepok jidat melihat kelakuan putranya. Ditu lantas I Belog welanga baan memene. “Begitulah jika kau tak suka belajar. Saat yang lain sekolah, kamu selalu bermain laying-layang!”
Ibunya tepok jidat.
Enable comment auto-refresher