LAN AJAK MEKEJANG LAKSANAYANG CATUR BRATA COVID 19

2BA4FEB1-8D8E-4C86-A791-DCDCC4C42D96.jpeg
5.00
(one vote)
Title (Other local language)
Photograph by
health.detik & Sarini
Reference for photograph
Author(s)
Subject(s)
    Reference
    Related Places
    Event
    Related scholarly work
    Reference
    Competition
    opini


    Lotus Education

    2 months ago
    Score 0
    Kreatif! Tiang demen ningehan Catur Brata Covid 19.

    You are not allowed to post comments.

    Entered in the opini Wikithon

    Description


    In English

    In Balinese

    Dinane jani liu sajan anak kene Covid. Ento ngeranayang pemerintah nerapin PPKM darurat. Uger-uger PPKM darurat ane dadi sorotan, ngorahin masyarakat megae uling jumah. Ane meblanje minuman lan makanan harus bungkus, sing dadi medaar di tongos ane ngadep. Nanging, yen tolih hasil PPKM darurat, tileh enu liu anake kene covid. Yen jumlah ane kenen Covid tuun, to ulian bedik ane tes Covid Grehenson, 2021 .

    Len kin ento, nyatane PPKM darurat ngematiang perekonomian rakyat. Yen keto, engken caranne rakyat ane lacur medaar makanan bergizi? Malah ngaenan rakyat stress ngeranayang aluh kene Covid. Uger-uger ane ento ngaenan rakyat liunan dihadapi dua pilihan, antara gelem ulian Covid atau gelem ulian sing ngelah pipis. Jeg sekadi ngelidin sema nepukin setra. Ape buin jani ade PPKM level papat di Bali.

    Ane sedeng viral, uger-uger PPKM level papat ngorahin masyarakat dadi makan di tongos ane ngadep nanging maksimal harus 20 menit. Aturan ane kene ngaenan rakyat bingung ulian sing ade kejelasan ane pasti lan sing ade pengawasan CNN, 2021 . Sebenarne, 20 menit ento termasuk pas mesen makan atau sing? Meciplakan dedaaran gen rata-rata pin 32. Agak lucu dik uger-uger ane ento sing?

    Yen kene unduke, tiang merase PPKMne sing efektif. Pertama, kasus ane kenen Covid sing tuun. Kedua, penyekatan ngaenan kerumunan. Ketiga, ade uger-uger ane sing jelas. Keempat, PPKM ngematiang perekonomian rakyat. Kelima, pengawasan kuang ling pemerintah.

    Ane dadi permasalahan jani, kenken carane apang bedik masyarakat kene Covid? Yen menurut tiang arah-arahan 5M Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilitas dan interaksi sube luung sajan nanging kuang lengkap. Kelengkapan informasine kuang, peran pemerintah ane sigap lan totalitas kuangan.

    Arahan 5M kuang lengkap. 5M ngorahin ngumbah lima tpi sing ade orahin ngedasin bagian ane paling rentan misi virus utamane cunguh irage. Liu dokter ngorahin ngedasin cunguh nganggon cairan NACL 0,9 persen ngidang mencegah lan ngilangin virus Covid ane neket. Nanging, liu masyarakat tusing nawang ulian sing ade sosialisasi ane massal. Yen mersihin cunguh otomatis hasil positif Covid bedik. Ento ulian cunguh irage suba kedas sing ade virus yen urek-ureke pas swab.

    Ulian 5M ento sing lengkap, tiang ngelah solusi madan Catur Brata Covid 19. Catur artine papat, brata artine tingkah laku pengendalian diri. Yen gabungan, Catur Brata Covid 19 artine papat tingkah laku pengendalian diri apang tusing kenen Covid 19.

    Kapertama, brata lelungan artine kendalikan diri ngoyong jumah yen sing berpentingan pesu. Kakalih, brata resik artine setate inget mersihang raga utamanyane tangan lan cunguh. Katiga, brata sarana artine ingetan rage nganggo sarana kesehatan care masker lan penyanitasi yen pesu. Sane paling penting, brata Dewa artine inget mebakti. Mebaktine de joh-joh, kangguang jumah malu, Betara nak sampun uning keadaan gumine care jani.

    Catur Brata Covid 19 sing kal luung yen pemerintah sing totalitas. Pemerintah seharusne ngorahin, perketat, lan seken ngawasin Catur Bratane utamane di desa. Pemerintah harus nyediang kebutuhan masyarakat utamane kebutuhan kesehatan. Yen perlu, setiap keluarga man bantuan masker, cairan NACL 0,9 persen, sabun, penyanitasi lima, lan bantuan kesehatan ane lenan.

    Daftar Pustaka CNN. 2021 . Warga Kesulitan Makan 20 Menit di Tempat: Enggak Masuk Akal. CNN Indonesia. Diakses 02 Agustus 2021, from https: www.cnnindonesia.com Grehenson, G. 2021 . PPKM Darurat Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19. Diakses 02 Agustus 2021, from https: www.ugm.ac.id

    In Indonesian

    Akhir-akhir ini banyak sekali yang terkena Covid. Hal tersebut menyebabkan pemerintah menerapkan PPKM darurat. Peraturan yang menjadi sorotan, mengarahkan masyarakat untuk bekerja dari rumah. Orang-orang yang membeli minuman dan makanan harus bungkus, tidak boleh makan di tempat penjual. Namun, jika dilihat hasil PPKM daruat sama saja, banyak yang terkena Covid. Jika jumlah yang terkena covid menurun, itu dikarenakan sedikit yang tes Covid (Grehenson, 2021).

    Selain itu, nyatanya PPKM darurat mematikan perekonomian rakyat. Jika seperti itu, bagaimana rakyat yang kurang mampu untuk makan makanan yang bergizi? Malah membuat rakyat stress dan mudah terkena Covid. Aturan itu membuat kebanyakan rakyat dihadapi oleh dua pilihan, antara sakit karena Covid atau sakit karena tidak punya uang. Seperti menghindari kuburan melihat kuburan kembali. Apalagi sekarang dilaksanakannya PPKM level empat di Bali.

    Yang sedang viral, peraturan PPKM level empat yang memperbolehkan masyarakat untuk makan di tempat namun maksimal durasi waktu 20 menit. Aturan seperti itu membuat masyarakat bingung karena tidak ada kejelasan yang pasti dan tidak ada pengawasan (CNN, 2021). Sebenarnya, 20 menit itu termasuk ketika memesan makanan atau tidak? Mengunyah saja rata-rata 32 kali. Agak lucu bukan?

    Jika seperti itu, saya rasa PPKM ini tidak efektif. Pertama, kasus yang terkena Covid tidak menurun. Kedua, penyekatan menyebabkan kerumunan. Ketiga, terdapat peraturan yang tidak jelas. Keempat, PPKM mematikan perekonomian rakyat. Kelima, kurangnya pengawasan dari pemerintah.

    Yang menjadi permasalahan sekarang, bagaimana caranya agar masyarakat sedikit terkena Covid? Menurut saya, sosialisasi 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilitas dan interaksi) sudah bagus namun kurang lengkap. Kelengkapan informasi yang kurang serta peran pemerintah yang kurang sigap dan totalitas.

    Sosialisasi 5M kurang lengkap. 5M mengarahkan untuk mencuci tangan namun tidak ada arahan untuk membersihkan bagian yang paling rentan terkena virus yaitu hidung kita. Banyak dokter yang setuju bahwa mencuci hidung menggunakan cairan NACL 0,9 persen mampu untuk mencegah dan mengilangkan virus Covid yang melekat di hidung. Namun, banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya karena tidak ada sosialisasi massal. Jika membersihkan hidung otomatis akan sedikit yang terkena Covid. Hal tersebut karena hidung kita sudah bersih tidak ada virus jika swab tes.

    Dikarenakan 5M tidak lengkap, saya mempunyai solusi bernama Catur Brata Covid 19. Catur artinya empat, brata artinya tingkah laku pengendalian diri. Jika digabungkan, Catur Brata Covid 19 artinya empat tingkah laku pengendalian diri manusia agar tidak terkena Covid 19.

    Pertama, brata lelungan artinya mengendalikan diri untuk tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan. Kedua, brata resik artinya selalu ingat untuk membersihkan diri terutama tangan dan hidung, Ketiga, brata sarana artinya selalu mengingatkan diri untuk membawa perlengkapan protokol kesehatan seperti masker dan penyanitasi tangan jika berpergian. Yang paling penting, brata dewa artinya ingatkan diri untuk berdoa. Berdoa jangan jauh-jauh, cukup di rumah saja karena Tuhan sudah mengetahui keadaan bumi sekarang.

    Catur Brata Covid 19 tidak akan berjalan dengan baik jika pemerintah tidak totalitas. Pemerintah seharusnya memberitahu, memperketat, dan mengawasi kegiatan Catur Brata terutama di setiap desa. Pemerintah harus menyediakan kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan kesehatan. Jika perlu, setiap keluarga mendapatkan bantuan masker, cairan NACL 0,9 persen, sabun, penyanitasi tangan, dan bantuan lainnya.


    Daftar Pustaka CNN. (2021). Warga Kesulitan Makan 20 Menit di Tempat: Enggak Masuk Akal. CNN Indonesia. Diakses 02 Agustus 2021, from https://www.cnnindonesia.com/

    Grehenson, G. (2021). PPKM Darurat Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19. Diakses 02 Agustus 2021, from https://www.ugm.ac.id/

    Makassarese