- Title of Work
- Nitisastra
- Type
- ⧼IdentificationMap-Kakawin⧽
- Photo Reference
- Location
- Gelgel
- Credit
- Dang Hyang Nirartha
- Reference
- Background information
- PGAHN Singaraja tahun 1978
Summary
In English
Kakawin Nitisastra contains proper manners to be human, characteristics of a pious and impious person, the obligations of a student, a person who is married, and an obligation for priests. There are also many metaphors and parables about good and bad behavior, foods that are appropriate to eat and those that are not, and how to serve the four teachers.
A copy of the palm-leaf manuscripts of Kakawin Nitisastra is still preserved in Gedong Kirtya, Singaraja. In 1978, this manuscript was copied into Latin script by Hindu Religion teachers from PGAH Singaraja. Then, there is also a newer copy in the Balinese script from the Bali Provincial Culture Office, completed with meanings in alus singgih Balinese.
What caused Kakawin Nitisastra to be said to have been written by Dang Hyang Nirartha was because this kakawin was found together with Kakawin Nirartha Prakreta. The contents of the two kakawin do not differ much. Many writers suspect that this kakawin was written when Dang Hyang Nirartha lived in Gelgel.In Balinese
BA Kakawin
Kakawin
Pasalin sane
Napi
In Indonesian
Kakawin Nitisastra berisi tata krama menjadi manusia, ciri-ciri anak yang saleh dan tidak saleh, kewajiban seorang siswa, orang yang berumah tangga, dan kewajiban bagi para pendeta. Ada juga banyak metafora dan perumpamaan mengenai tingkah laku yang baik dan buruk, makanan yang layak dimakan dan yang tidak, serta bagaimana cara berbakti kepada keempat guru.
Salinan lontar Kakawin Nitisastra masih ada di Gedong Kirtya, Singaraja. Tahun 1978, lontar ini disalin ke dalam aksara Latin oleh para guru Agama Hindu dari PGAH Singaraja. Kemudian, ada juga salinan yang lebih baru dalam aksara Bali dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, lengkap dengan artinya dalam bahasa Bali halus.
Apa yang menyebabkan Kakawin Nitisastra disebut-sebut ditulis oleh Dang Hyang Nirartha adalah karena kakawin ini ditemukan berbarengan dengan Kakawin Nirartha Prakreta. Isi kedua kakawin ini tidak berbeda jauh. Banyak sastrawan menduga bahwa kakawin ini ditulis ketika Dang Hyang Nirartha tinggal di Gelgel.Text Excerpt
Bahasa Kawi/Kuno
maksika sirsa tandasika wisyanika tan ana len wrscika pucca-buntutika wisya katinengetaken sarpa ri danta rakwa wisa huntunika taya waneh durjana sarwa sindhinika wisya mamepek ing awak
[translated by expert]In English
In Balinese
Upas
In Indonesian
Index
Enable comment auto-refresher