Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Gwk.jpg
Name of Place
Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Reference
https://bit.ly/2zFsPdI
Lontar
Events
Folktales
Biographies
Children's Books
Books
Holidays and Ceremonies
Dictionary words

Information about place

Taman Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK)

In English

Garuda Wisnu Kencana (GWK) is the largest cultural park in Bali. It is located approximately 40 kilometers from the city of Denpasar, in the village of Ungasan, Bukit Jimbaran, South Kuta. GWK extends over 240 hectares and regularly features traditional art performances (kecak dance, barong dance etc.) and modern art (Viral Fest Asia, Soundrenaline, Dreamfields etc.). GWK Cultural Park is one of the tourist attractions in Bali which is currently a favorite non-coastal destination.


The statue of the God Vishnu statue riding a Garuda (Statue of GWK) has become a magnet for tourists from abroad. The Statue of GWK was made with almost 3000 tons of copper by Balinese artist, I Nyoman Nuarta, at a budget of around Rp 450 billion. The GWK statue was conceived of in 1989, but the laying of the first stone only began in 1997 in Ungasan Village, Bukit Jimbaran by I Nyoman Nuarta and Joob Ave. Technically, the GWK statue was completed on August 1, 2018, but welding was still needed as a 'finishing' so that the 754 pieces of copper-bronze plates would be completely integrated. The GWK Statue was finally completed a few days later and was inaugurated on September 22, 2018 by President Jokowidodo. The statue reaches 121 meters wide by 64 meters. Reputedly, this statue is the third tallest statue in the world today. According to Nyoman Nuarta, the statue is a symbol of the goal of saving the environment: Wisnu is the inspiration for preserving nature and harmony while Garuda is a symbol of sacrifice and glory. Humans promise to nurture, develop and protect the environment. Humans can destroy and improve it.

In Balinese

In Indonesian

Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan taman budaya (cultural park) terbesar di Bali yang terletak kurang lebih 40 kilometer dari kota Denpasar, tepatnya di desa Ungasan, Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Luas dari GWK mencapai 240 hektar dan sering menjadi tempat berbagai pertunjukkan kesenian tradisonal (tari kecak, tari barong dll) maupun modern (Viral Fest Asia, Soundrenaline, Dreamfields dll). Taman Budaya GWK merupakan salah satu tempat wisata di Bali yang saat ini menjadi wisata favorit non pantai. Keberadaan patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda (Patung GWK) dalam Taman Budaya GWK telah menjadi magnet bagi wisatawan dari mancanegara.

Patung GWK dibuat hampir dengan 3000 ton tembaga oleh seniman asal Bali yaitu I Nyoman Nuarta dengan total biaya anggaran sekitar Rp 450 miliar. Gagasan atau ide mengenai pembangunan patung GWK sudah sejak tahun 1989, namun peletakan batu pertamanya baru dimulai pada tahun 1997 di Desa Ungasan, Bukit Jimbaran, Badung – oleh I Nyoman Nuarta dan Joob Ave menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada waktu itu. Secara teknis patung GWK rampung pada 1 Agustus 2018, namun masih diperlukan pengelasan sebagai ‘finishing’ agar modul-model yang terbuat dari lempeng tembaga-perunggu yang berjumlah 754 buah tersebut benar-benar menyatu. Hingga akhirnya Patung GWK sempurna diselesaikan pada 4 Agustus 2018. Selanjutnya Patung GWK diresmikan pada 22 September 2018 oleh presiden Jokowidodo. Tinggi patung tersebut mencapai 121 meter dengan lebar 64 meter. Kabarnya patung ini menjad patung tertinggi ketiga di dunia saat ini. Patung GWK menurut Nyoman Nuarta merupakan symbol dari misi penyelamatan lingkungan. Wisnu adalah inspirasi pemeliharaan alam dan harmoni, sedangkan Garuda adalah symbol pengorbanan dan kejayaan. Makna Garuda menurut Nyoman Nuarta ialah manusia yang berjanji terhadap kehidupan untuk memelihara, mengembangkan dan melindunginya. Sebab manusia yang bisa menghancurkan dan memperbaiki keadaan lingkungan.

http://gwkbali.com/


https://bit.ly/2zHBX1A


I Kadek