UPGRADE IN PROCESS - PLEASE COME BACK MID JUNE

Run query: DictionaryIndex

From BASAbaliWiki
291 entries found
E

huruf kelia pada abjad Bali dengan huruf latin, Kata seru yang digunakan untuk menyapa mitra tutur, sepadan dengan 'hai' dalam Bahasa Indonesia.

Selengkapnya...
Ebah

Bentuk variasi bebas dari kata 'bah'., rebah; roboh; tumbang; bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring.

Selengkapnya...
Ebahanga

Direbahkan

Selengkapnya...
Ebak

Bentuk variasi bebas dari kata 'bak', tinta cina, bak; kotak besar tempat air atau sampah.

Selengkapnya...
Ebat

Secara semantik leksikal 'ebat'-'mebat' berarti cincang-membuat lauk-pauk dr daging yg dicincang;, Secara morfolohgis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba (kata kerja)

Selengkapnya...
Ebeb

Secara morfologis, leksikon 'ebeb'merupakan bentuk terikat yang berkategori verba., Secara semantik leksikal 'ebeb'/'ebebang' berarti masukkan dengan paksa.

Selengkapnya...
Ebed

hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang); tertutup benar-benar hingga tidak bercelah

Selengkapnya...
Ebek

Istilah untuk menyatakan sesuatu yang sudah berisi penuh., banyak

Selengkapnya...
Eben

Secara morfologis, leksikon 'eben' merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina., Secara semantik leksikal 'eben' berarti sejenis kayu yang berwarna hitam., kayu hitam Sulawesi (Diospyros Celebica)

Selengkapnya...
Ebog

Secara morfologis, leksikon 'ebog' merupakan bentuk terikat yang berkategori adjektiv., Secara semantik leksikal 'ebog'/'ngebogin' berarti bohong/ membohongi.

Selengkapnya...
Ebuh

gemuk; berisi (Alus Singgih: tingkatan bahasa (anggah-ungguhin basa) yang digunakan untuk menghormati atau menjunjung lawan bicara yang dihormati)

Selengkapnya...
Eda

Istilah yang digunakan untuk menyatakan larangan (bahasa Bali Kepara), jangan

Selengkapnya...
Edeh

penyakit menular yang disebabkan oleh virus, terjadi pada anak-anak yang mengakibatkan suhu badan naik, menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit; penyakit tampek; morbili, sakit campak; bisul besar

Selengkapnya...
Edeng

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba (kata kerja), Secara semantik leksikal 'edeng'-'ngedengang' berarti memperlihatkan sesuatu

Selengkapnya...
Eeb

iris; potong tipis-tipis

Selengkapnya...
Eeb-eeban

hasil dari melakukan pengirisan dengan pisau

Selengkapnya...
Eed
Een

kehabisan daya yang dapat menggerakkan sesuatu; kekuatan

Selengkapnya...
Eep

tidak timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna (tentang benih tanaman; bagian tubuh seperti rambut, gigi, tentang penyakit kulit seperti bisul, jerawat)

Selengkapnya...
Eer

morfem pangkal/bentuk prakategorial tidak bermakna dan akan bermakna jika diberi imbuhan/afiks, seperti (ngeer) yang artinya mengabaikan

Selengkapnya...
Ees

Secara semantik leksikal 'ees' berarti lebih rendah; menurun (tt tanah); kempis., Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori verba (kata kerja)

Selengkapnya...
Egar

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiva. Secara semantik leksikal 'egar' berarti gembira.

Selengkapnya...
Egol

Bentuk prakategorial/morfem pangkal yang belum bermakna dan akan bermakna jika mendapat imbuhan/afiks, misalnya ngegol 'bergoyang (pinggul)

Selengkapnya...
Ejang

taruh; letakkan

Selengkapnya...
Ejangin

isi (bentuk perintah).

Selengkapnya...
Ejep-ejep

tidak bisa mengambil keputusan

Selengkapnya...
Ejuk
Eka

satu, morfem pangkal atau pra kategorial dari kata (ngéka) yang berarti mereka-reka

Selengkapnya...
Eka Dasa Rudra

Nama upacara/yadnya yang diselenggarakan 100 tahun sekali di Pura Besakih, Eka Dasa Rudra (Ludra) adalah upacara yang dilaksanakan untuk menyambut perhitungan perputaran tahun saka saat satuan dan puluhan mulai menjadi angka 1 (satu). Dalam perayaannya di Pura Agung Besakih, Eka Dasa Rudra dilaksanakan setiap 100 tahun sekali manakala angka satuan dan puluhan tahun saka mencapai angka 0, disebut pula rah windu tenggek windu.

Selengkapnya...
Ekan-ekan

(ékan-ékan ) - mimpi; lamunan; reka-rekaan; daya upaya

Selengkapnya...
Ekawara

Hari yang jumlahnya satu, yaitu luang (dalam ilmu Wewaran/Wariga)

Selengkapnya...
Elad

1) Usang; 2) buah jatuh dari pohonnya; 3) keluar dari desa adat karena tidak mematuhi ketentuan desa adat yang berlaku di desa itu.

Selengkapnya...
Elah

Secara Semantik leksikal 'elah' berarti gampang., Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiva (kata sifat).

Selengkapnya...
Elahan

lebih mudah

Selengkapnya...
Eled

telan bentuk dasar/ morfem bebas yang merujuk pada kelas kata kerja (verba)

Selengkapnya...
Elik

tidak senang tidak menyukai

Selengkapnya...
Eling

(éling) - ingat, tangis; tangisan

Selengkapnya...
Elingang

(élingang) - ingat; ingatkan

Selengkapnya...
Elingin

(élingin) - ingatkan

Selengkapnya...
Elos

terlepas lari (dari kurungan, kepungan, dan sebagainya)

Selengkapnya...
Elung
Eman

sayang (kpd), sayang akan sst, kata untuk menyayangkan sesuatu, gampang; mudah (Alus Mider)

Selengkapnya...
Eman-eman

orang, binatang, dan sebagainya yang sangat disayang, kesayangan

Selengkapnya...
Emar

sakit, enggan

Selengkapnya...
Emba

bawang goreng

Selengkapnya...
Embad

bentuk morfem terikat yang tidak dapat berdiri sendiri atau selalu terikat dengan morfem lain, misalnya embadang 'rentangkan' atau kaembadang 'direntangkan', rentang

Selengkapnya...
Embah

nenek (sering digunakan di daerah Tabanan), alir (tentang air)

Selengkapnya...
Embak

bentuk prakategorial/morfem pangkal, tidak bermkna dan akan bermakna apabila ditambah prefiks/imbuhan, seperti: embakang 'buka'., buka, bentuk prakategorial/morfem pangkal, tidak bermkna dan akan bermakna apabila ditambah prefiks/imbuhan, seperti: ngembakin 'tidak stabil'., bentuk prakategorial/morfem pangkal, tidak bermkna dan akan bermakna apabila ditambah prefiks/imbuhan, seperti: ngembak 'membuka lagu/tabuh'., muara (sering digunakan di daerah Jembrana)

Selengkapnya...
Embakan

pintu keluar pagar

Selengkapnya...
Embang

antara; jarak (benda atau waktu); lapang

Selengkapnya...
Embas
Embet

kembung (tt perut); sembelit;, kelebihan air, mati (dl permainan ceki, macan-macanan, dsb)

Selengkapnya...
Embid

runtuh/longsor.

Selengkapnya...
Embidan

runtuhan barang atau tanah yang telah roboh (rusak, jatuh, dan sebagainya); sisa-sisa bangunan yang rusak; puing; runtuhan-runtuhan

Selengkapnya...
Embit

banyak, murah

Selengkapnya...
Emblim

Emblim (identitas diri dan sekolah yang dituliskan di atas kain kecil yang dipasang biasanya di lengan dan kantong baju murid-murid).

Selengkapnya...
Emblong

bentuk morfem bebas yang merujuk pada kelas kata benda (nomina), baskom; waskom; sejenis wadah

Selengkapnya...
Embok

Kakak perempuan.

Selengkapnya...
Embon

teduh, dingin

Selengkapnya...
Embot

tarik bentuk morfem bebas yang merujuk pada kelas kata kerja (verba)

Selengkapnya...
Embotan

hasil dari menarik sesuatu; tarikan

Selengkapnya...
Embud

terburai, melar

Selengkapnya...
Embuh

kurang; tidak penuh

Selengkapnya...
Embuk

lembek, lapuk (tentang kayu)

Selengkapnya...
Embung

Secara morfologis merupakan bentuk dasar dan berkategori nomina. Makna leksikon embung 'rebung' adalah anak bambu yang masih muda.

Selengkapnya...
Embur

telah diumumkan; telah dikabarkan ke mana-mana; telah diterbitkan dan diseratakan (tentang buku dan sebagainya); telah tersebar ke mana-mana, tersiar (dialek Jembrana)

Selengkapnya...
Emburanga

diumumkan; telah dikabarkan ke mana-mana; telah diterbitkan dan diseratakan (tentang buku dan sebagainya); telah tersebar ke mana-mana

Selengkapnya...
Embus

Secara semantik leksikal 'embus' berarti buka. Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina.

Selengkapnya...
Embut

tumbuhan dan tinggi (antara 10–20 m), digunakan sebagai bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur yang berada di pucuk bambu, morfem pangkal atau prakategorial dari kata (ngem.but) yang berarti membunyikan bertalu-talu (tt kentungan)

Selengkapnya...
Emed

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba (kata kerja)., Secara semantik leksikal 'emed' berarti tarik dengan paksa.

Selengkapnya...
Emeg

menderita luka; belah (pecah, cedera, lecet, dan sebagainya) pada kulit karena kena barang yang tajam dan sebagainya

Selengkapnya...
Emeng

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori adjektiva (kata sifat)., Secara semantik leksikal 'emeng'-'kemengan' berarti bingung terdesak oleh sesuatu; kebingungan.

Selengkapnya...
Emet

ramai, sempit, dekat, paling emet = hanya, sebanyak yang bisa didapat

Selengkapnya...
Emol
Empad

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektive (kata sifat)., Secara semantik leksikal 'empad' berarti tidak habis; terus menerus

Selengkapnya...
Empag

Secara morfologis 'empag' merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina (kata benda), Secara semantik leksikal 'empag' berarti pohon yang berdaun kecil-kecil, tingginya bisa mencapai 20 meter, kayunya baik untuk bahan kerajinan tangan.

Selengkapnya...
Empah

mulai berkurang; hampir berhenti (tentang hujan, angin ribut, dan sebagainya)

Selengkapnya...
Empak

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiva. Secara semantik leksikol 'empak' berarti patah (tt cabang kayu).

Selengkapnya...
Empal

Istilah untuk menyatakan dahan kayu yang terkulai tetapi tidak sampai lepas dari pohonnya., Istilah untuk menyatakan kalau orang terlalu payah bekerja, misalnya lengenne empal 'lengannya terkulai', terkulai

Selengkapnya...
Empan
Empas

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina. Secara semantik leksikon 'empas' berarti kura-kura darat., kura-kura

Selengkapnya...
Empat

empat (4), dalam bahasa Bali juga dikenal dengan sebutan "pat" atau "papat" yang sama-sama berarti empat

Selengkapnya...
Emped

berhenti mencret, birahi (tt binatang), mengeluarkan telur muda

Selengkapnya...
Empeg

gigit, retak; rengat, hampir putus

Selengkapnya...
Empek-empekan

sebuah mainan bunyi-bunyian seperti terompet kecil yang terbuat dari sepotong busung, jerami padi (somi), atau cabang tanaman pepaya., suara dihasilkan dengan memotong celah pada material dan meniupnya

Selengkapnya...
Empel

bendung; tahan; tanggul (tentang air; sungai, dsb)

Selengkapnya...
Empelan

Dam/bendungan, tetapi bentuknya lebih kecil, biasanya ditemukan di sawah sebagai sistem irigasi

Selengkapnya...
Empeng

pekak karena suara bising

Selengkapnya...
Emper-emper

kain yang terbuat dari pakaian kotor di tali, digunakan sebagai pengganti pagar karena orang Bali tidak akan berjalan di bawah pakaian kotor

Selengkapnya...
Empet

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektive. Secara semantik leksikal berarti penuh hingga tak bersela., penuh hingga tidak bersela (tt borok, kudis, dsb), tutup; sumbat (tt jalan, saluran, dsb)

Selengkapnya...
Emplegan

katak pohon

Selengkapnya...
Empok

(ém.pok) - petik (dg tangan, tentang buah, bunga dan daun), (em.pok) - diteluri (lalat, kecoak)

Selengkapnya...
Empol

ujung batang (kelapa, enau, dan sebagainya) yang masih muda dan lunak, dapat dimakan

Selengkapnya...
Empu

asuh; jaga; bimbing, gelar pendeta; pendeta yang berasal dari wangsa Bujangga Waisnawa

Selengkapnya...
Empug

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori Adjektive. Secara semantik leksikal 'empug' berarti belah (buka), belah (tentang kelapa, kemiri, dsb), buka (botol, kaleng, dsb)

Selengkapnya...
Empugan

rekahan tanah; tanah yang pecah dan retak, gundukan tanah (di laut) tempat ombak memecah, bagian dari ungkapan ‘tusing ngelah empugan’ atau ‘tusing nawang empugan’ yang memiliki makna kiasan tidak memiliki apa-apa atau tidak tahu apa-apa, tanah sawah yang retak akibat kekeringan

Selengkapnya...
Empuk

mengembang saat digoreng atau direndam, berbintil-bintil pd kulit

Selengkapnya...
Enah

Morfem pangkal/bentuk prakategorial/belum bermakna dan akan bermakna jika mendapat afiks/imbuhan, misalnya: ngenah 'kelihatan/nampak'

Selengkapnya...
Enahang

perlihatkan; lihatkan; tampakkan

Selengkapnya...
Enahanga

ditampakkannya; diperlihatkannya; ditampakkan olehnya; diperlihatkan olehnya

Selengkapnya...
Enahina

ditampakinya; diperlihatkannya; diperlihatkan olehnya

Selengkapnya...
Enangan

tempat terbuka di mana hanya ada semak-semak, tetapi sebaliknya tidak ditempati

Selengkapnya...
Enap

reda, mulai sepi

Selengkapnya...
Encag-encig

datang dan pergi berulang-ulang

Selengkapnya...
Encah

pecah (tentang bisul, dsb)

Selengkapnya...
Encak

pecahkan dg cara memukul (dengan batu), pecah, (Dialek Nusa Penida) memiliki arti "jadi buah bibir" atau "nama jelek di masyarakat". (Dialek Nusa Penida) Encak-encak : lebih banyak dikenal nama jeleknya.

Selengkapnya...
Encaka

dipecahnya; dipecah olehnya

Selengkapnya...
Encakang
Encakanga

dipecahkannya; dipecahkan olehnya

Selengkapnya...
Encakina

dipecahinya; dipecahi olehnya

Selengkapnya...
Enceb
Enceg

tiba; sampai, (enceg) memperoleh prefiks ma menjadi (menceg) yang artinya hinggap; bertengger

Selengkapnya...
Enceh

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina. Secara semantik leksikan 'enceh' berarti air seni atau air kencing., (enceh) air seni; air kencing, (éncéh) cair; encer; remeh

Selengkapnya...
Encen

mana (kata ganti bentuk tanya), yang mana

Selengkapnya...
Encep

cat yang dicampuri air untuk mewarnai baju, kain, dan sebagainya, tercelup

Selengkapnya...
Encet

lontarkan (tentang batu pada permainan macingklak)

Selengkapnya...
Enci

pewarna bibir, terbuat dari sejenis lilin, biasanya berbentuk batang, pejal, licin, warnanya macam-macam, lipstik

Selengkapnya...
Encik

retak (kulit telur).

Selengkapnya...
Encinin

diolesi bibirnya dengan pemerah bibir, olesi dengan lipstip; beri lipstik

Selengkapnya...
Encit

berak cair; kotoran cair

Selengkapnya...
Encob

penuh; sudah berisi seluruhnya (tidak ada yang terluang lagi); banyak memuat

Selengkapnya...
Encol

cepat, bergegas

Selengkapnya...
Encotang

usahakan dengan keras, intensifkan agar lebih tinggi hasilnya

Selengkapnya...
Encur

lempari; lempar

Selengkapnya...
Endag

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori verba. Secara semantik leksikal 'endag' berarti terbit (bulan atau matahri)., mengawali upacara (potong gigi)

Selengkapnya...
Endah

(en.dah) berkembang-biak; berketurunan banyak, (én.dah) mendapat sufiks 'ang' menjadi (én.dah.ang) yang artinya "permainkan", (én.dah) mendapat konfiks 'ma-an' menjadi (mén.dah.an) yang artinya (pelbagai; bermacam-macam)

Selengkapnya...
Endahang

kembang biakkan

Selengkapnya...
Endang

Istilah yang digunakan untuk menyatakan keadaan setelah hujan berhenti., cerah (tentang cuaca), reda; mulai berkurang (tt hujan)

Selengkapnya...
Ended

pukul, sakit karena terpukul, pukul dengan galah (dialek Nusa Penida)

Selengkapnya...
Endeh

ribut; ramai; gaduh, kacau

Selengkapnya...
Endek

sejenis corak kain tenun Bali yg dibuat dg cara ikat tunggal dan kemudian dicelup dg bahan benang biasa; kain ikat, tahan; tinggal

Selengkapnya...
Endekang

tinggalkan

Selengkapnya...
Endel

kembung (tentang perut)

Selengkapnya...
Enden

nanti; tunggu sebentar

Selengkapnya...
Endep

(én.dép) rendah; pendek, (en.dep) tumbuhan yg kulitnya baik untuk obat bisul

Selengkapnya...
Ender

(en.der) buru; kejar; susul dengan berlari, (én.dér) tari sejenis jogéd

Selengkapnya...
Endes

mentimun yg besar; tumbuhan yang menjalar, bentuk buahnya bulat panjang, berwarna hijau, hijau muda, atau kuning, dimakan mentah sebagai lalap, dibuat acar, dan sebagainya; ketimun; timun〔Cucumis sativus〕 yang ukurannya besar

Selengkapnya...
Endet

tahan; tidak lancar

Selengkapnya...
Endig

busung; gendut; tambun

Selengkapnya...
Endih

nyala; api jadi-jadian

Selengkapnya...
Endik

sentuh, beri tahu

Selengkapnya...
Endok-endokan

orang yang berpindah ke tempat lain untuk menetap serta mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya., pendatang, perantau

Selengkapnya...
Endon-endonan

orang yang berpindah ke tempat lain untuk menetap serta mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya.

Selengkapnya...
Endongan

upakara berupa hiasan yang dibuat dari janur, bentuknya seperti tas yang digunakan sebagai tempat perbekalan dengan isi nasi, lauk-pauk, pisang, buah, kue, dan lain-lain yang dipasang di setiap tempat menghaturkan sesajen pada hari raya Kuningan, tempat bekal dr tapis kelapa;

Selengkapnya...
Enduh

hibur; rayu

Selengkapnya...
Enduh-enduhan

dirayu-rayunya; dirayu/dibujuk olehnya

Selengkapnya...
Enduk

kemampuan yang tidak kuat atau tidak bertenaga.

Selengkapnya...
Endus

baui; cium baunya; rasakan aromanya; hirup

Selengkapnya...
Endut
Ene

ini, kependekan dari kata 'ené' yg sejajar dengan 'ini' dl bahasa Indonesia

Selengkapnya...
Enggal

cepat; segera

Selengkapnya...
Enggalang

cepatkan; buat lebih cepat; segerakan

Selengkapnya...
Enggalin
Enggan

gembur; kurang padat (tentang tanah)

Selengkapnya...
Enggang

renggang; terbuka

Selengkapnya...
Enggel

hampir patah

Selengkapnya...
Engging

sikap berdiri kaki terbuka, pantat menonjol ke belakang

Selengkapnya...
Enggung

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina. Secara morfologis 'enggung' berarti katak yang bersuara besar., katak yang suaranya besar

Selengkapnya...
Engid

rasa atau bau seperti tanah yang baru habis di bakar. Misalnya kendi baru, diisi air akan terasa dan berbau tanah.

Selengkapnya...
Engit

sedikit sekali, nyamuk kecil-kecil yg biasa beterbangan mengerumuni nira

Selengkapnya...
Engkab

buka (penutup sesuatu)

Selengkapnya...
Engkag

rekah; pecah (tt tanah, tembok, dsb)

Selengkapnya...
Engkah

napas yg keluar melalui mulut

Selengkapnya...
Engkahin

hembusi napas melalui mulut

Selengkapnya...
Engkak

pecahkan sesuatu dengan cara menjepit

Selengkapnya...
Engkeb

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba. Secara semantik leksikal 'engkeb= me[N]keb' berarti bersembunyi., tersembunyi

Selengkapnya...
Engkebang

sembunyikan

Selengkapnya...
Engked

berkerut; mengerut

Selengkapnya...
Engkel

berkerut-kerut (tt pakaian dsb)

Selengkapnya...
Engken

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori interogatif. Secara semantik leksikal 'engken' berarti yang bagaimana., yang mana; bagaimana

Selengkapnya...
Engkes

Secara morfolofis merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektive. Secara semantik leksikal 'engkes' berarti mengempis; mengecil, mengecil; mengempis, surut

Selengkapnya...
Engket

Secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori nomina. Secara semantik leksikal 'engket' berarti getah yang mengandung perekat., getah (dipakai memulut burung dsb), perekat

Selengkapnya...
Engket jarak

getah pohon jarak (digunakan sebagai obat luka)

Selengkapnya...
Engkid

berkurang; susut

Selengkapnya...
Engkis-engkis

nyenyak sekali; sangat nyenyak (tentang tidur)

Selengkapnya...
Engkog

Secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba. Secara semantik leksikal 'engkog=ngengkog ' berarti menggoyangkan bagian pinggul., menggoyangkan pinggul

Selengkapnya...
Engkol

éngkol; bor tangan, cara memasang taruhan yang menyudut untuk dua bidang, permainan papan dengan 4 atau 8 garis radial, biasanya melibatkan koin, di mana pemenang ditentukan oleh angka Sebelum permainan, pemain menempatkan taruhan mereka di garis, sehingga utara mewakili angka kemenangan satu, barat dua, dan seterusnya berlawanan arah jarum jam

Selengkapnya...
Engkuk

bahan sajen yg dibuat dr usus babi (pelengkap gayah), alunan suara perkutut, sejenis capung besar berwarna hijau hitam

Selengkapnya...
Engsah

menetas, bentuk kata dasar dari kata 'ngengsah' yang artinya menetas

Selengkapnya...
Engsap

lupa, lepas dari ingatan; tidak dalam pikiran (ingatan) lagi

Selengkapnya...
Engsap-engsapan

sering lupa; menjadi tukang lupa

Selengkapnya...
Engseb

rebus, tebenam; tenggelam

Selengkapnya...
Engsek

tersenak; terhenti (tentang aliran air dan sebagainya); tersesak; terdesak; terhimpit

Selengkapnya...
Engsel

anting-anting dalam bentuk cincin untuk telinga yang tertusuk, engsel; sendi-sendi yang biasanya terbuat dari besi yang menghubungkan daun pintu (jendela) dengan jejenangnya atau yang menghubungkan tutup peti dengan petinya dan sebagainya n wesel pada rel (jalan kereta api)

Selengkapnya...
Engsog

guncang (tentang obat dalam botol dan sebagainya); guncang; goyang; gentar

Selengkapnya...
Engsub
Engsut

bentuk dasar dari kata 'ngangsut' yang berarti tersangkut

Selengkapnya...
Ening

keadaan air yang terlihat terang., bening, jernih

Selengkapnya...
Enjekan

bekas injakan kaki; tapak kaki, tempat berpijak; pijakan

Selengkapnya...
Enjekin

injak; injaki; pijaki

Selengkapnya...
Enjet

kata dasar prakategorial yang hanya bisa bermakna apabila telah mengalami afiksasi, misalnya ketika mengalami prefiksasi nasal menjadi 'ngenjét' maka akan bermakna 'melengkung,melentur naik-turun', Precategorial root words that can only be meaningful if they have undergone affixation, for example when experiencing nasal prefixation to 'ngenjét' it will mean 'curved, flexed up and down'

Selengkapnya...
Enjetang

lenturkan naik-turun

Selengkapnya...
Enjing

hari sesudah hari ini; pagi-pagi

Selengkapnya...
Enjit-enjit

bergerak naik turun

Selengkapnya...
Enjitan
Enjok-enjok

terpincang-pincang; timpang kakinya atau timpang jalannya (karena pembawaan sejak lahir, karena terkilir, kena beling, dan sebagainya)

Selengkapnya...
Enjot

merupakan bentuk kata dasar dari kata 'ngen.jot' dan kata 'enjot-enjot' yang artinya melenting naik turun

Selengkapnya...
Enjot-enjot

melenting; melenting naik turun

Selengkapnya...
Enjuh

secara morfologis merupakan bentuk terikat yang berkategori verba. Secara semantik leksikal 'enjuh=ngenjuhang' berarti menyerahkan; menyodorkan (dengan tangan), sodorkan; serahkan

Selengkapnya...
Enjuhin

sodori; serahkan; berikan (dengan tangan)

Selengkapnya...
Enjung

tanjung; daratan yang menjorok ke laut

Selengkapnya...
Enjut

secara morfologis merupakan bentuk dasar yang berkategori verba. Secara semantik leksikal 'enjut' berabti sulut; bakar., sulut; bakar

Selengkapnya...
Enjut-enjutan

hasil membakar sesuatu; hasil dari pembakaran

Selengkapnya...
Enjutan

bekas sesuatu yang di bakar

Selengkapnya...
Enjétanga

dilenturkannya naik-turun

Selengkapnya...
Enot

tampak; lihat (kata kasar)

Selengkapnya...
Ental

duan lontar; pustaka yand dibuat dari daun lontar; daun siwalan

Selengkapnya...
Entas

morfem pangkal/bentuk prakategorial/tidak bermakna dan akan bermakna jika mendapat awalan atau afiks. Misalnya: jika ditambah ma- menjadi mentas 'melalui/melewati., angkat, hilangkan (dosa); lebur (dosa)

Selengkapnya...
Entasan

lintasan; jalan setapak; jalur

Selengkapnya...
Entasin

lintasi; dilalui; dilewati; disebrangi

Selengkapnya...
Entasina

dilewatinya; dilintasi; dilintasinya

Selengkapnya...
Enteb

tebang; pangkas (bagian pucuk), bentuk kata dasar dari kata (enteban) yang berarti daging yg dicencang untuk adonan lawar (masakan khas Bali)

Selengkapnya...
Enteban

daging yg dicencang untuk adonan lawar

Selengkapnya...
Enteg

tetap; mantap, kukuh; teguh, tenteram; tenang, sentuh

Selengkapnya...
Entegang

tetapkan; kuatkan; teguhkan, sentuhkan; dekatkan hingga saling menyentuh

Selengkapnya...
Entel

padat; berat; pejal

Selengkapnya...
Entelan

bengkak berisi nanah pada telapak kaki

Selengkapnya...
Enten

terjaga; bangun dari tidur; tersadar

Selengkapnya...
Enteng

(énténg) enteng; mudah; ringan, (enteng) tegang; kuat; kencang; lurus

Selengkapnya...
Enteran

sinar; pancaran terang (cahaya)

Selengkapnya...
Enterin

sinari; berikan pancaran terang (cahaya)

Selengkapnya...
Enterina

disinarinya; dipancarkan sinar

Selengkapnya...
Entik

bentuk pragategorial/belum bernakna dan akan bermakna jika mendapat afiks, seperti mendapat afiks {ma-} menjadi 'maentik' dan mengalami persandian vokal menjadi 'mentik' yang berarti tumbuh

Selengkapnya...
Entik-entikan

tumbuh-tumbuhan

Selengkapnya...
Entikan
Entikan gumi

segala sesuatu yang dapat tumbuh (tumbuhan) yang hidup di dunia

Selengkapnya...
Entil

jenis ketupat yang dibungkus dengan daun bambu dalu direbus., rapi, nyenyak

Selengkapnya...
Entip

kerak; nasi hangus yg melekat pd dasar periuk, panci, dsb

Selengkapnya...
Ento

itu; tersebut

Selengkapnya...
Entud

lutut: (bagian kaki) pertemuan antara paha dan betis yang menjadi tempat sendi agar kaki bisa dilekukkan

Selengkapnya...
Entug

tambah; yang dibubuhkan pada yang sudah ada supaya menjadi lebih banyak (lebih besar dan sebagainya); imbuh; tokok

Selengkapnya...
Entuk

terhalang, terbentur (tentang kepala)

Selengkapnya...
Entung

buang; lemparkan, bentuk kata dasar dari kata 'entungang' yang berarti buang atau emparkan, dan kata 'entunganga' yang berarti dibuang (oleh)

Selengkapnya...
Entungang

buang; lemparkan; dorongan terhadap sesuatu melalui gerakan tangan dan lengan dengan tenaga ke depan; buang jauh-jauh

Selengkapnya...
Entunganga

dibuangnya ; dibuang oleh dia

Selengkapnya...
Entut

gas berbau busuk (gas busuk) yang keluar dari anus.

Selengkapnya...
Enu

masih; tetap, bersisa

Selengkapnya...
Enyag

hancur; meleleh

Selengkapnya...
Enyat

kering; tidak berair; surut

Selengkapnya...
Enyit

nyalakan (tentang api)

Selengkapnya...
Enyog

adon; campur; aduk (tentang adonan)

Selengkapnya...
Enyor

rayu; bujuk

Selengkapnya...
Epak

bercabang lebih dari satu atau banyak

Selengkapnya...
Epeh

Secara morfologis, leksikon 'epeh' merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiv (kata sifat), Secara semantik leksikal 'epeh' berarti ramah, ramah

Selengkapnya...
Epep

tahan terus menerus

Selengkapnya...
Epepang

tahan terus menerus, sembunyikan

Selengkapnya...
Epot

Secara morfologis, leksikon 'epot' merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiv (kata sifat), Secara semantik leksikal 'epot' berarti sibuk., repot; banyak kerja

Selengkapnya...
Epuh

Secara morfologis, leksikon 'épuh' merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiv (kata sifat), Secara semantik leksikal 'épuh' berarti gelisah, gelisah; tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati); tidak tenang (tentang tidur); tidak sabar lagi dalam menanti dan sebagainya; cemas

Selengkapnya...
Erang

Perasaan malu yang bercampur dengan marah

Selengkapnya...
Erang-erang

nama jenis ikan laut, bagian atap rumah

Selengkapnya...
Erangan

nama hari keenam dari sanga wara (dangu, dangur, gigis, nohan, ogan, erangan, urungan, tulus, dadi)

Selengkapnya...
Eras

secara morfologis, leksikon 'eras' merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiv (kata sifat), seacara semantik leksikal 'eras' berarti mirip atau sesuai, mirip; sesuai

Selengkapnya...
Erasang
Ercis

Nama sayuran yang dipakai mencampur capcay, Ercis, kacang ercis, atau kacang polong (Pisum sativum L., suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil sayuran berupa biji berwarna hijau.

Selengkapnya...
Eret

tahan (tentang keinginan)

Selengkapnya...
Ergilo

tanaman mawar yg bunganya berwarna merah tua dg ukuran lebih besar dr mawar pada umumnya

Selengkapnya...
Eris

tali yang membentang di sepanjang tepi bawah jala

Selengkapnya...
Erjara

air terjun; aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah)

Selengkapnya...
Ersani

timur laut

Selengkapnya...
Ertali

air terjun; aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah)

Selengkapnya...
Ertambang

air terjun; aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah)

Selengkapnya...
Eruh

payah; lelah; capai

Selengkapnya...
Es

air beku; air membatu, es (es campur, es jus, es buah, dll)., ice; frozen water; cold drink

Selengkapnya...
Es Kuud

Es yang dicampur kelapa muda, gula yang direbus dengan pandan harum, dan jeruk nipis.

Selengkapnya...
Es blok

es yang berbentuk seperti balok yang belum dicampur apa-apa

Selengkapnya...
Es doger

es yang dicampur roti, mutiara, bijik, kolang-kaling, rumput laut yang hitam, gula, susu, coklat, santan, dll.

Selengkapnya...
Es krim
Eseh

(eséh) firasat; alamat; gejala, (eséh) minat; keinginan; niat, (eseh) gerakan yg dinamis dan keras (tt gaya, tari, tabuh, kerja, dsb), (eseh) mengejan; menahan napas pada waktu akan melahirkan

Selengkapnya...
Esti

rindu; harap; ingin

Selengkapnya...
Esuh
Eteh-eteh

segala perlengkapan upacara agama

Selengkapnya...
Eteng

tidak canggung

Selengkapnya...
Etet

hemat, kait

Selengkapnya...
Etis

sejuk/teduh, nyenyak

Selengkapnya...
Etuh
Ewaanga

diributkannya; di buat recok; gaduh; ingar; ramai (rusuh) tidak keruan; marah-marah (mengamuk)

Selengkapnya...
Eweh

Secara morfologis, leksikon 'eras' merupakan bentuk terikat yang berkategori adjektiv (kata sifat)., Secara semantik leksikal 'eweh'/'meweh' berarti sulit/kesulitan., susah; sulit

Selengkapnya...
Ewer

Secara morfologis, leksikon 'ewer' merupakan bentuk dasar yang berkategori adjektiv (kata sifat), Secara semantik leksikan 'ewer' berarti jail, ejek., ejek, jahil

Selengkapnya...

Additional query