This baligraphy is titled Ngamet Amreta which is adapted to the theme of the Bulan Bahasa Bali V in 2023, namely Segara Kertih: Campuhan Urip Sarwa Prani. Ngamet Amreta means taking water or the essence of life that comes from the sea with the aim of building a balanced life. The idea of making this baligraphy is the story of the screening of Mandara Giri. This baligraphy is shaped like a banawang nala which supports Mandara Giri in the process of the giants and the gods looking for tirtha amerta. This baligraphy uses a reddish yellow background, the sky is blue, and there are wavy waves which symbolize the intense atmosphere during the search for tirtha amerta. This baligraphy is a participant in a baligraphy competition held in the context of the Bulan Bahasa Bali V in 2023. This baligraphy belongs to the Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Baligrafi ini berjudul Ngamet Amreta yang disesuaikan dengan tema Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023, yaitu Segara Kertih: Campuhan Urip Sarwa Prani. Ngamet Amreta bermakna mengambil air atau sari-sari kehidupan yang bersumber dari laut dengan tujuan untuk membangun kehidupan yang seimbang. Ide dari pembuatan baligrafi ini adalah kisah pemutaran Mandara Giri. Baligrafi ini berbentuk seperti banawang nala yang menopang Mandara Giri dalam proses para raksasa dan para dewa mencari tirtha amerta. Baligrafi ini menggunakan latar kuning kemerahan, langit berwarna biru, dan terdapat ombak yang bergelombang yang melambangkan dashyatnya suasana saat proses pencarian tirtha amerta tersebut. Baligrafi ini adalah peserta lomba baligrafi yang diadakan dalam rangka Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023. Baligrafi ini menjadi hak milik Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Enable comment auto-refresher