What is your hope for 2024 in one word? Post your comments here or propose a question.

Dija-dija

dija-dija

  • somewhere, wherever en
  • Di mana-mana id
Andap
dija-dija
Kasar
-
Alus sor
-
Alus mider
-
Alus madya
-
Alus singgih
-
Mider
-
Bali dataran dialect
-
Bali aga dialect
-

Usage Examples

Reporter: Marilah kita lanjutkan laporan di lapangan. Dan lihat trotoar yang sedang diperbaiki.

Kepala Dinas: Perbaikan jalan ini dilakukan untuk kenyamanan kita semua

Pedagang A(A): “Sarong? Buy sarong?” Pedagang B (B): “Hello…hello..” A: “Cheap…cheap!” B: “Please buy one!..” A: “Kenken ne… Sing laku-laku.. Aduh… cucu kenken ne? Harus mayah SPP..”

(ada plang berjalan) A: “Apa to?” B: “Yih! “Pek jalan”? Pedalem ye. Ye pasti capek gati majalan joh sajan..” A: “Ae..kan pekerjaan jalan jani di Ubud mula dija-dija.” B: “Uling kaja ked kelod. Uling kauh ked kangin. Dija-dija trotoare dibongkar.” A: “Lan makelo sajan tusing pasange buin.” Staf Dinas: “Ahhh!! Nyi ajak dua, sing ngerti apa! Kan itu kewajiban departemen lain. Ada departemen yang bongkar, ada departemen yang pasang.” A: “Sakewala Departemen Bongkar Pasang….” B: “….Belum dibentuk…” A+B: “Hahahahahaha…..”

Reporter: Tunggu dulu…tunggu dulu. Ada berita yang baru masuk. Katanya di Ubud sekarang tidak boleh ada bis yang masuk ke dalam kota. Dan semua kendaraan tidak boleh parker di jalan, di semua jalan, baik yang utama maupun yang nista. Kalau berani parker di jalan Hanoman, misalnya, siapkan mental bahwa bannya akan ditusuk oleh pecaling gedebong. (Pecaling gedebong sedang beraksi di jalan)

Reporter: Oo…meriki, Dadong…. Bagaimana pendapat Dadong tentang perbaikan jalan di Ubud? Dadong: Dadong demen to…. Luung to…. Pis pajake kan anggona perbaikan-perbaikan jalan ane milik kita semua. Sakewala dadaong bingung baane. Dadi setata ngae proyek pas pada musim rame! Reporter: Ooo…ya….ya……apa namanya……^%&^35y3tu3to8yt86p79yn[uo[wuiyu@#$.........dan seterusnya! Begitulah.

(Ada turis sedang berjalan kaki sendirian di trotoar, dan tiba-tiba terperosok ke dalam trotoar yang dalam kondisi dibongkar)

Turis: “…Aah….aduh!” Pedagang: “Mimih Ratu..! Buin ada turis ulung ke tengah bolong!”

Reporter: Ternyata turis yang tadi masuk ke lubang di trotoar Ubud. Keluar lagi, dan langsung muncul di Thailand! Kalau terus begitu, lama-lama turis bisa lari ke negara lain!
[example 1]
No translation exists for this example.

[[Word example text id::Reporter: Marilah kita lanjutkan laporan di lapangan. Dan lihat trotoar yang sedang diperbaiki.

Kepala Dinas: Perbaikan jalan ini dilakukan untuk kenyamanan kita semua

Pedagang A(A): “Sarong? Buy sarong?” Pedagang B (B): “Hello…hello..” A: “Cheap…cheap!” B: “Please buy one!..” A: “Kenken ne… Sing laku-laku.. Aduh… cucu kenken ne? Harus mayah SPP..”

(ada plang berjalan) A: “Apa to?” B: “Yih! “Pek jalan”? Pedalem ye. Ye pasti capek gati majalan joh sajan..” A: “Ae..kan pekerjaan jalan jani di Ubud mula dija-dija.” B: “Uling kaja ked kelod. Uling kauh ked kangin. Dija-dija trotoare dibongkar.” A: “Lan makelo sajan tusing pasange buin.” Staf Dinas: “Ahhh!! Nyi ajak dua, sing ngerti apa! Kan itu kewajiban departemen lain. Ada departemen yang bongkar, ada departemen yang pasang.” A: “Sakewala Departemen Bongkar Pasang….” B: “….Belum dibentuk…” A+B: “Hahahahahaha…..”

Reporter: Tunggu dulu…tunggu dulu. Ada berita yang baru masuk. Katanya di Ubud sekarang tidak boleh ada bis yang masuk ke dalam kota. Dan semua kendaraan tidak boleh parker di jalan, di semua jalan, baik yang utama maupun yang nista. Kalau berani parker di jalan Hanoman, misalnya, siapkan mental bahwa bannya akan ditusuk oleh pecaling gedebong. (Pecaling gedebong sedang beraksi di jalan)

Reporter: Oo…meriki, Dadong…. Bagaimana pendapat Dadong tentang perbaikan jalan di Ubud? Dadong: Dadong demen to…. Luung to…. Pis pajake kan anggona perbaikan-perbaikan jalan ane milik kita semua. Sakewala dadaong bingung baane. Dadi setata ngae proyek pas pada musim rame! Reporter: Ooo…ya….ya……apa namanya……^%&^35y3tu3to8yt86p79yn[uo[wuiyu@#$.........dan seterusnya! Begitulah.

(Ada turis sedang berjalan kaki sendirian di trotoar, dan tiba-tiba terperosok ke dalam trotoar yang dalam kondisi dibongkar)

Turis: “…Aah….aduh!” Pedagang: “Mimih Ratu..! Buin ada turis ulung ke tengah bolong!” Reporter: Ternyata turis yang tadi masuk ke lubang di trotoar Ubud. Keluar lagi, dan langsung muncul di Thailand! Kalau terus begitu, lama-lama turis bisa lari ke negara lain!| ]][[Word example text ban::Reporter: Marilah kita lanjutkan laporan di lapangan. Dan lihat trotoar yang sedang diperbaiki. Kepala Dinas: Perbaikan jalan ini dilakukan untuk kenyamanan kita semua

Pedagang A(A): “Sarong? Buy sarong?” Pedagang B (B): “Hello…hello..” A: “Cheap…cheap!” B: “Please buy one!..” A: “Kenken ne… Sing laku-laku.. Aduh… cucu kenken ne? Harus mayah SPP..”

(ada plang berjalan) A: “Apa to?” B: “Yih! “Pek jalan”? Pedalem ye. Ye pasti capek gati majalan joh sajan..” A: “Ae..kan pekerjaan jalan jani di Ubud mula dija-dija.” B: “Uling kaja ked kelod. Uling kauh ked kangin. Dija-dija trotoare dibongkar.” A: “Lan makelo sajan tusing pasange buin.” Staf Dinas: “Ahhh!! Nyi ajak dua, sing ngerti apa! Kan itu kewajiban departemen lain. Ada departemen yang bongkar, ada departemen yang pasang.” A: “Sakewala Departemen Bongkar Pasang….” B: “….Belum dibentuk…” A+B: “Hahahahahaha…..”

Reporter: Tunggu dulu…tunggu dulu. Ada berita yang baru masuk. Katanya di Ubud sekarang tidak boleh ada bis yang masuk ke dalam kota. Dan semua kendaraan tidak boleh parker di jalan, di semua jalan, baik yang utama maupun yang nista. Kalau berani parker di jalan Hanoman, misalnya, siapkan mental bahwa bannya akan ditusuk oleh pecaling gedebong. (Pecaling gedebong sedang beraksi di jalan)

Reporter: Oo…meriki, Dadong…. Bagaimana pendapat Dadong tentang perbaikan jalan di Ubud? Dadong: Dadong demen to…. Luung to…. Pis pajake kan anggona perbaikan-perbaikan jalan ane milik kita semua. Sakewala dadaong bingung baane. Dadi setata ngae proyek pas pada musim rame! Reporter: Ooo…ya….ya……apa namanya……^%&^35y3tu3to8yt86p79yn[uo[wuiyu@#$.........dan seterusnya! Begitulah.

(Ada turis sedang berjalan kaki sendirian di trotoar, dan tiba-tiba terperosok ke dalam trotoar yang dalam kondisi dibongkar)

Turis: “…Aah….aduh!” Pedagang: “Mimih Ratu..! Buin ada turis ulung ke tengah bolong!” Reporter: Ternyata turis yang tadi masuk ke lubang di trotoar Ubud. Keluar lagi, dan langsung muncul di Thailand! Kalau terus begitu, lama-lama turis bisa lari ke negara lain!| ]]

⚙ Usage examples pulled from the Community Spaces


In Balinese:   Yening ipidan gumi Baline dija-dija ada padi.

In English:  

In Indonesian:  

In Balinese:   Dija-dija ade lulu ulian bedik ade tong sampah ditu.

In English:  

In Indonesian:  

In Balinese:   Dija-dija bek ada ledakan, ngae jejeh anak sane ngoyong ditu.

In English:  

In Indonesian:  

In Balinese:   Yening ipidan gumi Baline dija-dija ada padi.

In English:  

In Indonesian:  

In Balinese:   Bali pinaka pulo sané kaloktah antuk akéh pisan genah wisata sané becik pisan ngantos dados destinasi garis depan wisata jagat miwah pintu gerbang Indonésia saking makudang-kudang negara, mawinan akéh karauhin olih para wisatawan asing taler lokal, sakéwanten nyantos mangkin kantun wénten pikobet sajeroning nyaga kabersihan lingkungan inggih punika akéh pisan sampah ring dija-dija miwah durung prasida katelebang antuk becik.

In English:   Bali is an island known for its many beautiful tourist attractions, making it a frontline destination for world tourism as well as a gateway to Indonesia from various countries, so it is visited by many foreign and local tourists, but until now there are still problems in maintaining environmental cleanliness, namely a lot of garbage everywhere and cannot be resolved completely.

In Indonesian:   Bali merupakan pulau yang dikenal dengan banyak sekali tempat wisata yang sangat indah sehingga menjadi destinasi garis depan wisata dunia serta pintu gerbang indonesia dari berbagai negara, sehingga banyak dikunjungi para wisatawan asing maupun lokal, akan tetapi sampai saat ini masih ada permasalahan dalam menjaga kebersihan lingkungan yaitu banyak sekali sampah dimana-dimana dan belum bisa diatasi dengan tuntas.

In Balinese:   Salantang idup tiangé dugas enu cenik, tiang setata kaiterin baan pulo ané melah tur ngulangunin, uli pasisi ané luung pesan, alas ané ngrimbun kanti Pura ané maukir aéng, muah atur-aturan ané mawarna-warni ané ada dija-dija di idup tiangé sawai-wai.

In English:   Bali also instilled in me the importance of community and the power of connection.

In Indonesian:   Sepanjang masa kecil saya, saya terus-menerus dikelilingi oleh keindahan pulau yang memesona, mulai dari pantai yang menakjubkan, hutan lebat hingga Pura dengan ornamen rumit dan persembahan warna-warni yang ada di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari saya.

In Balinese:   Ngiring sareng-sareng sobyahang “Bali nenten je patut kaadol (Bali is not for sale)” miwah “Stop eksploitasi Bali dija-dija”.

In English:   If you want to get income from the unproductive land you own, you can do it with a lease or contract system, so that the ownership of the land remains the property of the Balinese people.

In Indonesian:   Jika ingin mendapatkan penghasilan dari lahan-lahan tidak produktif yang dimiliki, dapat dilakukan dengan sistem sewa atau kontrak, sehingga hak milik terhadap lahan tersebut tetap menjadi hak milik masyarakat Bali.