Tempat Melukat di Denpasar-Balli

Covermelukat.jpg
Name of Place
Tempat Melukat di Denpasar-Balli
Reference
Lontar
    Folktales
      Biographies
        Children's Books
          Books
            Holidays and Ceremonies

              Information about place

              Pura Campuhan Windhu Segara
              Padagalak 3.jpg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Campuhan terletak di pinggir pantai, karena campuhan sendiri berarti juga campuran dan dalam hal ini adalah campuran atau pertemuan antara air laut dan sungai. Pura Campuhan Windhu Segara tergolong cukup baru, pura ini berawal dari kisah dari seorang pemangku yang bernama Jro Mangku Gede Alit Adnyana. Pura Campuhan Windhu Segara berdiri pada 7 Juli 2005 oleh Mahaguru Altreya Narayana sekaligus sebagai pengawit, dan diresmikan tanggal 9 September 2016 oleh Gubernur Bali Imade Mangku Pastika dan diketahui juga oleh Ida Dalem Semaraputra sebagai wakil dari Puri Klungkung.

              Ada beberapa sarana yang diperlukan saat anda ingin bersembahyang dan melukat di Pura Campuhan Windhu Segara, pertama adalah banten pejati, minimal satu buah pejati di tempat penglukatan Ida Bhatara Wisnu dan satu buah bungkak (kelapa gading), kalau bawa banten pejati lebih (setidaknya canangsari) untuk di tempat melukat berikutnya yaitu di Pura Beji dan penataran utama pura.

              Untuk mengakses tempat ini juga cukup mudah, dari perempatan by pass Ngurah Rai Sanur – Waribang, anda menuju jalan pantai Padang Galak (bekas Taman Bali Festival), sampai di ujung jalan maka ketemu pantai Padang Galak Sanur, yang masih merupakan wilayah desa Kesiman, Denpasar Timur, dari pantai inilah belok kiri sekitar 300 meter anda akan tiba di lokasi. Di kawasan ini setidaknya ada 3 buah komplek pura, yang pertama adalah pura Pura Segara Taman Ayung, Pura Campuhan Windhu Segara dan Pelinggih Ratu Niang di sebelah Barat.
              Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga
              Ling-siwa.jpg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Terletak di banjar Pondok, desa Peguyangan Kaja kecamatan Denpasar Utara. Pura ini terletak tidak jauh dari SMUN 8 Denpasar, di Jalan Antasura menuju Perusahaan Daerah Air Minum, Instalasi Belusung. memiliki makna yakni “Kanda” berarti tutur, petuah, cerita, tetingkah, kesaktian, kesidian, dan kawisesan. “Pat” berarti empat sedangkan “Sari” berarti utama.
              Pura Agung Manik Batu
              BATU2.jpeg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Manik Batu di kawasan Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar. Pura Agung Manik Batu ini termasuk dalam kategori Pura Swagina atau pura fungsional tepatnya sebagai Pura Subak yang mana bersentananya Dewi Sri, namun bisa juga di kategorikan sebagai pura umum dikarenakan terdapat beberapa manivestasi Beliau yang turut bersentana di Pura ini seperti : Tri Murti ( Brahma, Wisnu, Siwa ) beserta Sakti-nya (Dewi Sarasvati, Dewi Sri, Dewi Uma/ Durga ) dan Pesimpangan Ratu Gede Dalem Nusa dan Dewi Kwan Im.
              Pura Dalem Pengembak
              PEGEMBAK.jpg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Dalem Pengembak yang berlokasi di jalanPengembak-Mertasari, Sanur. Lebih mudah diakses dari Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai. Selain sebagai tempat melukat dan penyembuhan non medis, juga diyakini untuk memperlancar usaha.
              Pura Beji Dalem Sakenan Tunggak Tiing

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Sakenan memiliki Pura Beji yang terletak di wilayah Tunggak Tiing, Serangan, yang masih satu kawasan dengan Pura Sakenan. Namun, lokasinya tersembunyi karena berada jauh di tengah hutan konservasi. Seperti Pura Beji lainnya, di pura ini juga terdapat sebuah tempat panglukatan ( membersihksn diri ). Uniknya, tempat panglukatan di pura ini menggunakan air laut sebagai media panglukatannya.
              Pura Pucak Watu Geni
              Manik geni.jpg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Pucak Watu Geni berasal dari kata “Pucak” yang artinya ujung, “Watu” artinya batu dan “Geni” berarti api, artinya lengkapnya adalah ujung batu yang mengeluarkan api. Ya memang bermula dari penemuan sebuah batu besar yang mengeluarkan api, batu itu sendiri berada di halaman utama pura bentuknya cukup besar, panjangnya sekitar 5 meter.
              Pura Taman Beji Penyampuhan
              Pura-taman-beji-penyampuhan-kawasan-suci-di-campuhan-sungai-badung m 16650.jpeg

              In English

              In Balinese

              In Indonesian

              Pura Taman Beji Penyampuhan memiliki arti sebuah tempat suci yang dikelilingi taman atau perairan yang letaknya di pertemuan antara dua sungai. Jadi,memang benar pura ini terletak di pinggiran Sungai Badung yang berada di waliayah Banjar Suci. Uniknya, campuhan ini sekaligus merupakan batas dari tiga banjar, yaitu Banjar Pekambungan, Banjar Suci, dan Banjar Alangkajeng.