Ajegang Basa Bali

BasaBALI.png
Title (Other local language)
Photograph by
Reference for photograph
Author(s)
    Subject(s)
    • Bahasa Ibu
    Reference
    Related Places
    Bali
    Event
    Related scholarly work
    Reference


    You are not allowed to post comments.

    Description

    NBC


    In English

    The Nariana Bali channel on its YouTube channel had the opportunity to discuss the Balinese language with Drs. Gde Nala Antara as Lecturer in Balinese Language at Udayana University as well as Director of BASAbali.org. The video, which was uploaded on January 18, 2021, has a duration of 33 minutes, discussing the preservation of the Balinese language. Gde Nala Antara conveyed that Balinese language enthusiasts, especially in higher education, fluctuate quite a bit. He further explained that there is a sense of worry and pride in the Balinese language. Several things that threaten the Balinese language must be resolved immediately with conservation and development efforts that follow the times so that they are not easily eroded. Balinese language is at the core of Balinese culture. One that is concrete is what BASAbali Wiki does. The BASAbali Wiki Foundation or BASAbali.org is the preservation of Balinese Language and Culture through digital media so that anyone can easily access it. As a form of global appreciation for this, in 2019 BASAbali Wiki on behalf of Indonesia received an award from UNESCO in Paris. At the end of the conversation, Gde Nala Antara emphasized that with Balinese we can learn all aspects of Balinese people, Balinese is not a scary language so don't be afraid to use Balinese.

    In Balinese

    In Indonesian

    Satu hal menarik berdiskusi tentang Budaya Bali khususnya yang dikemas dalam nuansa obrolan santai. Nariana Bali Channel dalam kanal youtubenya berkesempatan berdiskusi tentang Bahasa Bali bersama Drs. Gde Nala Antara selaku Dosen Bahasa Bali Universitas Udayana sekaligus Direktur BASAbali.org. Video yang diunggah pada tanggal 18 Januari 2021 dengan durasi 33 menit tersebut membahas tentang pelestarian Bahasa Bali. Gde Nala Antara menyampaikan peminat Bahasa Bali khususnya di Perguruan Tinggi terbilang fluktuatif. Sekitar 2013-2014, berkembang wacana penghapusan bahasa daerah pada kurikulum 2013, hal tersebut berdampak semakin sedikitnya peminat generasi muda melanjutkan studi Bahasa Bali. Namun hal tersebut direspon oleh Pemerintah Bali dengan membuka ruang kerja sebagai penyuluh bahasa dan pamong budaya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada rasa khawatir sekaligus bangga tentang Bahasa Bali. beberapa hal yang mengancam Bahasa Bali semestinya disikapi dengan upaya-upaya pelestarian dan pengembangan yang mengikuti jaman agar tidak mudah tergerus. Bahasa Bali tersebut adalah inti sari dari kebudayaan Bali. Perlu diperhatikan bagaimana proses pembelajarannya, perlunya juga Bahasa Bali merambah ke dunia digital dan virtual. Salah satu hal kongkritnya adalah apa yang telah dilakukan oleh BASAbali Wiki yang beliau naungi. Yayasan BASAbali Wiki atau BASAbali.org adalah pelestarian Bahasa dan Budaya Bali melalui media digital sehingga siapapun dapat mengakses dengan mudah. Sebagai bentuk apresiasi dunia akan hal ini, tahun 2019 BASAbali Wiki mewakili Indonesia menerima penghargaan dari UNESCO di Paris. Di akhir obrolan, Gde Nala Antara menekankan dengan Bahasa Bali kita bisa mempelajari semua aspek manusia Bali, Bahasa Bali bukan sebuah bahasa yang menyeramkan sehingga jangan takut menggunakan Bahasa Bali, Terutama pada generasi muda yang telah berumah tangga diharapkan menggunakan bahasa ibunya di rumah tangganya karena salah satu media berinteraksi dari cakup terkecil di masyarakat.

    Makassarese